BAB 11. MEMANTAU KEMAJUAN ANAK

 

11.1. Prosedur Pemantauan

Agar pemantauan berjalan efektif, petugas kesehatan harus mengetahui:

  • Tatalaksana yang benar
  • Kemajuan kondisi anak yang diharapkan
  • Kemungkinan efek samping yang ditimbulkan dari tatalaksana yang diberikan
  • Komplikasi yang dapat timbul dan cara mengidentifikasinya
  • Diagnosis banding bila anak tidak memberikan respons terhadap pengobatan.

Anak yang dirawat di rumah sakit harus diperiksa secara teratur sehingga, bila terjadi penurunan kondisi, komplikasi, efek samping pengobatan, atau kesalahan dalam tatalaksana dapat diketahui dengan segera.

Frekuensi pemantauan bergantung pada kegawatan dan jenis penyakit anak (lihat bagian yang berkaitan dalam Bab 3 hingga 8).

Rincian kondisi anak dan kemajuan yang terjadi harus dicatat agar bisa dikaji ulang oleh petugas lainnya. Petugas kesehatan senior yang bertanggungjawab terhadap perawatan anak dan mempunyai wewenang untuk melakukan perubahan tatalaksana, harus mengawasi catatan ini dan memeriksa anak secara teratur.

Anak yang sakit serius harus diperiksa oleh dokter (atau tenaga kesehatan profesional lainnya) segera setelah anak masuk rumah sakit. Pemeriksaan ini juga dapat dilihat sebagai kesempatan untuk berkomunikasi antara keluarga anak dan staf rumah sakit.

11.2 Bagan Pemantauan

Bagan pemantauan harus meliputi hal berikut:

  1. Data diri pasien
  2. Tanda vital (derajat kesadaran, suhu tubuh, frekuensi napas, denyut nadi dan berat badan)
  3. Keseimbangan cairan
  4. Gambaran klinis, komplikasi dan temuan yang positif. Setiap kali pemeriksaan, catat apakah tanda klinis masih tetap ada. Catat tanda baru yang timbul atau komplikasi
  5. Tatalaksana yang diberikan
  6. Pemberian makan/nutrisi. Catat berat badan anak pada saat anak masuk rumah sakit dan setelahnya dengan teratur selama perawatan. Harus disediakan catatan harian mengenai apa yang diminum/ASI dan dimakannya. Catat jumlah makanan yang dimakan dan rincian masalah dalam pemberian makan
  7. Lihat lampiran 6 untuk keterangan mendapatkan contoh bagan pemantauan dan langkah penanganan.

11.3 Audit Perawatan Anak

Kualitas penanganan yang diberikan kepada anak sakit di rumah sakit dapat ditingkatkan jika terdapat sistem yang mengkaji ulang hasil (outcome) dari setiap anak yang dirawat di rumah sakit. Setidaknya sistem ini harus menyimpan catatan semua anak yang meninggal di rumah sakit. Kecenderungan angka kematian kasus (case-fatality-rates) selama kurun waktu tertentu dapat saling dibandingkan dan tatalaksana yang telah diberikan dapat didiskusikan bersama staf dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan pemecahan terbaik.

Audit perawatan anak dapat dilakukan dengan membandingkan kualitas perawatan yang diberikan dengan standar yang berlaku, seperti pada rekomendasi perawatan yang diberikan dalam buku ini. Audit yang baik memerlukan partisipasi penuh dan positif dari semua staf rumah sakit, termasuk perawat. Tujuannya adalah untuk memperbaiki perawatan dan memecahkan masalah, tanpa menyalahkan kekeliruan yang terjadi. Audit yang dilakukan harus sederhana dan tidak memakan waktu yang lama. Salah satu caranya adalah dengan menanyakan pendapat staf dokter dan perawat mengenai pandangan mereka untuk meningkatkan kualitas perawatan dan memberikan prioritas terhadap kondisi atau masalah ini.